Wabup dan Kadisdik Mendadak Sidak SDN 4 Wonodadi, Persoalan Kehadiran Kepsek Disorot


PRINGSEWU, L1NEWS — Dugaan Kepala UPT SD Negeri 4 Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, yang disebut jarang berada di sekolah mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Sebelumnya, salah satu Narsum salah satu guru menyampaikan kepada media bahwa Kepala Sekolah disebut jarang masuk sekolah. Bahkan, ketika datang, yang bersangkutan disebut tidak lama berada di sekolah sebelum kembali meninggalkan lokasi.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Wakil Bupati Pringsewu. Dalam komunikasi melalui WhatsApp, Wakil Bupati menyatakan telah menerima informasi yang disampaikan media.

Tak lama berselang, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila bersama Kepala Dinas Pendidikan Turun Ke Sekolah dan muncul dokumentasi di SDN 4 Wonodadi yang menunjukkan sejumlah guru dan tenaga sekolah berada di lingkungan sekolah.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Bupati kemudian memberikan jawaban singkat setelah menerima informasi dan dokumentasi kondisi sekolah.

“Aman, memang gedungnya masih ada revitalisasi, absen rapih,” demikian respons Wakil Bupati melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan ini. Namun, jawaban mengenai kondisi gedung dan absensi tersebut belum secara spesifik menjelaskan persoalan utama yang dilaporkan, yakni dugaan Kepala Sekolah jarang berada di sekolah.

L1NEWS kemudian melakukan penelusuran kembali ke SDN 4 Wonodadi.

Saat tim media datang ke lokasi, kondisi sekolah terlihat relatif sepi. Kepala Sekolah juga tidak terlihat berada di tempat. Sejumlah guru yang berada di lingkungan sekolah tampak enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Bahkan, ketika media berada di lokasi, seketika pintu ruang kelas terlihat dalam kondisi tertutup.

Sementara itu, media juga memperoleh dokumentasi lembar absensi sekolah yang menunjukkan adanya pencatatan kehadiran. Namun, untuk memastikan apakah pencatatan tersebut sesuai dengan kondisi kehadiran sebenarnya, masih diperlukan klarifikasi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan: apakah absensi yang dinyatakan rapi tersebut benar-benar menggambarkan kehadiran Kepala Sekolah secara faktual di sekolah?

Pasalnya, terdapat perbedaan antara keterangan salah satu guru yang menyebut Kepala Sekolah jarang berada di sekolah dengan kondisi administrasi absensi yang disebut rapi oleh Wakil Bupati.


Media tidak bermaksud menyimpulkan telah terjadi pelanggaran disiplin. Persoalan tersebut perlu dijelaskan secara resmi berdasarkan data kehadiran, aturan kedinasan, serta hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Media masih berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala UPT SD Negeri 4 Wonodadi khususnya terkait alasan kunjungan/pengecekan jajaran pemerintah daerah, hasil pemeriksaan kehadiran Kepala Sekolah, serta apakah terdapat evaluasi atau tindak lanjut atas laporan yang sebelumnya disampaikan.

Sementara itu, Kepala UPT SD Negeri 4 Wonodadi, Yustikareni, S.Pd., telah dikonfirmasi oleh Tim L1NEWS terkait dugaan jarangnya kehadiran di sekolah maupun mengenai kunjungan mendadak Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan dan belum merespons konfirmasi media.

Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan untuk memberikan penjelasan kepada publik.

Pertanyaannya kini sederhana: jika absensi dinyatakan rapi, bagaimana dengan kondisi faktual kehadiran Kepala Sekolah di sekolah?


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak