LAMPUNG1NEWS.COM | LAMPUNG — Rumah sakit yang sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Jiwa Daerah Lampung kini resmi menggunakan nama Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara. Pergantian nama tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan rumah sakit sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan nama baru tersebut, rumah sakit tetap memperkuat layanan kesehatan jiwa sekaligus mengembangkan pelayanan kesehatan lainnya secara lebih terintegrasi.
Dalam mendukung pelayanan, rumah sakit saat ini memiliki tujuh psikiater serta sejumlah dokter spesialis, di antaranya spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi dan terapi intensif.
Selain itu, terdapat 12 dokter umum, dua dokter gigi dan lima psikolog yang turut mendukung pelayanan kepada pasien.
Pengembangan fasilitas juga dilakukan dengan dukungan sejumlah peralatan kesehatan. Salah satunya Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan depresi, membantu pemulihan pasien stroke serta mendukung penanganan gangguan saraf.
Rumah sakit juga memiliki Quantitative Electroencephalography (QEEG) yang dapat menunjang pelayanan dalam menangani sejumlah kondisi, termasuk gangguan tidur, kecemasan dan masalah konsentrasi.
Direktur Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara, Vera, mengatakan pengembangan rumah sakit ke depan akan diarahkan pada beberapa aspek utama.
Di antaranya memperluas akses dan cakupan pelayanan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat layanan unggulan kesehatan jiwa, serta membangun sistem rujukan dan jejaring pelayanan yang semakin baik.
Transformasi digital dan penguatan tata kelola pelayanan juga menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Vera berharap Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat berkembang menjadi rumah sakit yang semakin terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan.
“Harapan ke depan, Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara dapat menjadi rumah sakit yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai manifestasi pelayanan publik,” ujar Vera.
Menurutnya, pergantian nama tersebut juga diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan identitas, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan.
Nilai keteladanan, kepemimpinan, integritas, pengabdian dan semangat membangun yang diwariskan Alamsjah Ratu Perwiranegara diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
L1NEWS — LAMPUNG


