LAMPUNG1NEWS.COM | BANDAR LAMPUNG, 15 Oktober 2026. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, berhasil mempertahankan seminar hasil tesis pada Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, dengan meraih nilai A. Sidang seminar hasil tesis tersebut berlangsung di Ruang Sidang FKIP Universitas Lampung, Bandar Lampung, Kamis (15/10/2026). Parosil Mabsus tercatat sebagai mahasiswa dengan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) 2523012025 dan mengangkat penelitian tentang evaluasi kebijakan program “Semua Bisa Sekolah” di Kabupaten Lampung Barat.
Seminar hasil tesis tersebut diuji oleh tiga akademisi, yaitu Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.A., Ph.D., Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., dan Dr. Handoko, S.T., M.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat serta mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3) FKIP Universitas Lampung. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan sivitas akademika turut memberikan ruang bagi pertukaran gagasan akademik mengenai evaluasi kebijakan publik dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Tesis Parosil Mabsus mengkaji evaluasi program “Semua Bisa Sekolah” dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam perspektif manajemen pendidikan. Penelitian ini menganalisis kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, kesiapan sumber daya dan anggaran, pelaksanaan bantuan di lapangan, serta hasil yang dicapai dalam mendukung akses pendidikan. Kajian tersebut juga mempertimbangkan tantangan geografis dan sosial-ekonomi masyarakat Lampung Barat yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pendidikan peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Semua Bisa Sekolah” memberikan manfaat langsung melalui bantuan seragam, tas, dan perlengkapan belajar untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Namun, penurunan angka putus sekolah belum dapat sepenuhnya diklaim sebagai dampak kausal program tanpa analisis lebih lanjut, mengingat tren penurunan telah berlangsung sebelum kebijakan tersebut dilaksanakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan validasi data anak tidak sekolah, deteksi dini risiko putus sekolah, koordinasi lintas sektor, serta jaminan keberlanjutan program melalui integrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Keberhasilan Parosil Mabsus mempertahankan seminar hasil tesis dengan nilai A menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sebagai kepala daerah yang menempuh pendidikan magister. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan afirmatif. Kajian tersebut menekankan pentingnya kebijakan yang didukung data akurat, evaluasi berbasis bukti, dan pembiayaan berkelanjutan untuk memperluas akses pendidikan yang adil dan berkualitas. (Tim)


