PRINGSEWU | LAMPUNG1NEWS - Kondisi Terminal Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kian memprihatinkan. Hasil pantauan tim media di lapangan menunjukkan terminal yang seharusnya menjadi fasilitas publik transportasi itu nyaris tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Terminal Gadingrejo diketahui merupakan terminal tipe C, yang berada di bawah kewenangan dan pengelolaan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan minimnya perawatan dan pengawasan.
Bangunan terminal tampak rusak di sejumlah bagian, kios-kios pedagang banyak yang hancur dan mangkrak, serta sampah menumpuk di beberapa titik, khususnya di sisi samping bangunan. Karna memang aktivitas angkutan umum hampir tidak terlihat, membuat terminal terkesan terbengkalai.
Tak hanya persoalan fisik, warga juga mengeluhkan keberadaan kafe remang-remang di sekitar area terminal yang disebut kerap beroperasi hingga larut malam dengan musik keras, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.
Sebenarnya sayang sekali, mas. Tempat ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, tapi sekarang malah mangkrak dan dipakai buat kafe yang tanda kutip remng-remng. Botol minuman sampek dipajang. Itu sudah ada izin belum? ujar seorang warga kepada tim media.
Warga lainnya menyoroti kondisi kios-kios terminal yang rusak dan tidak difungsikan, padahal lokasinya berada di pinggir jalan utama dan mudah dijangkau masyarakat.
Kios-kios juga hancur semua, tidak terurus. Padahal ini di pinggir jalan, kelihatan jelas oleh siapa pun yang lewat,” tambahnya.
Diketahui, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung sempat menggelar rapat dan membahas rencana penataan ulang fungsi Terminal Gadingrejo pada tahun 2025. Namun hingga awal tahun 2026, belum ada kejelasan lanjutan terkait realisasi revitalisasi maupun pengoperasian terminal secara penuh.
Padahal, Terminal Gadingrejo dinilai sebagai salah satu wajah Kecamatan Gadingrejo, yang setiap hari menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Masyarakat berharap pemerintah, khususnya instansi pengelola, tidak hanya melakukan inspeksi formal, tetapi benar-benar turun melihat kondisi riil di lapangan.
Kalau sidak jangan pagi, mas. Pagi itu sepi. Lihat malamnya. Terus ditata ulang supaya lebih bermanfaat buat masyarakat, mau dijadikan sentra UMKM atau apa. Titiknya strategis, dari Pesawaran tidak jauh, dari pemda juga dekat, Ujar warga.
Warga menilai, dengan penataan dan pengawasan yang serius, Terminal Gadingrejo masih sangat potensial untuk dikembalikan sebagai fasilitas publik yang produktif dan bermanfaat, bukan justru menjadi simbol pembiaran ruang publik. (ase)

