Anggaran RSUD Alimuddin Umar Puluhan Miliar, Sejumlah Paket Belanja Dipertanyakan


LAMPUNG1NEWS.COM | LAMPUNG BARAT Realisasi anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat menjadi perhatian. Berdasarkan data yang diperoleh Lampung1News, realisasi anggaran rumah sakit pada Tahun Anggaran (TA) 2025 tercatat mencapai Rp34.634.881.168.

Sementara pada TA 2026 berjalan, realisasi anggaran yang tercatat mencapai Rp4.013.085.015.

Besarnya nilai realisasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan rumah sakit, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi fasilitas, pengadaan alat kesehatan, bahan medis habis pakai (BMHP), pemeliharaan peralatan kesehatan hingga kebutuhan operasional lainnya.

Awak media kemudian menelusuri sejumlah pos belanja yang memiliki nilai cukup signifikan.

Pada TA 2025, di antaranya terdapat Rehabilitasi Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp1.494.415.734 dengan penyedia CV SATTYA ALAM KENCANA.

Kemudian pengadaan UPS SUPREME PLUS 200 senilai Rp1.321.442.000 yang tercatat dengan penyedia PT Powerwave Global Energi.

Selain itu terdapat Rehabilitasi Ruang Bersalin senilai Rp497.809.767 oleh CV RED DIAMOND, serta pengadaan AXCENT Anesthesia Unit APUS x2 senilai Rp528.000.000 dengan penyedia PT Megah Alkesindo.

Sementara pada TA 2026 berjalan, terdapat sejumlah belanja dengan nilai cukup besar, antara lain Belanja Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) senilai Rp1.072.038.000 dengan penyedia SINAR RODA UTAMA.

Kemudian Renovasi Gedung CT Scan senilai Rp889.785.005 yang tercatat dengan penyedia CV SATTYA ALAM KENCANA.

Ada pula Maintenance Alat Kesehatan senilai Rp375.180.000 dengan penyedia BHAGAWANTA CAKRA MEDIKA, serta Sewa Mobil Dokter Spesialis senilai Rp419.247.000 dengan penyedia AGUNG SOLUSI TRANS.

Besarnya realisasi anggaran tersebut tentu tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran atau penyimpangan.

Namun, penggunaan anggaran hingga puluhan miliar rupiah pada rumah sakit daerah menjadi penting untuk diketahui publik, khususnya mengenai dasar kebutuhan, proses pengadaan, pelaksanaan kegiatan serta manfaatnya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk pekerjaan rehabilitasi dan renovasi, misalnya, publik perlu mengetahui apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi dan kontrak, kapan pekerjaan selesai, serta bagaimana hasil pemeriksaan dan serah terima pekerjaan.

Begitu pula dengan pengadaan alat kesehatan, BMHP dan jasa pemeliharaan. Perlu dipastikan barang maupun jasa yang dibayarkan telah diterima sesuai kontrak dan dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

Selain rincian paket belanja, aspek lain yang menjadi perhatian adalah sumber pembiayaan dari realisasi anggaran tersebut.

Pihak RSUD Alimuddin Umar diharapkan dapat menjelaskan apakah anggaran tersebut bersumber dari APBD, BLUD, pendapatan rumah sakit maupun sumber pembiayaan lainnya.

Penjelasan mengenai sumber dana penting agar masyarakat dapat memahami bagaimana struktur pendanaan RSUD Alimuddin Umar serta seberapa besar anggaran yang dialokasikan untuk pelayanan pasien dibandingkan dengan belanja barang, jasa, pembangunan, rehabilitasi maupun pemeliharaan.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, Lampung1News telah meminta penjelasan kepada pihak RSUD Alimuddin Umar terkait data tersebut.

Ada sejumlah pertanyaan yang disampaikan, terutama mengenai apakah angka realisasi Rp34,634 miliar pada TA 2025 dan Rp4,013 miliar pada TA 2026 berjalan telah sesuai dengan data resmi rumah sakit.

Selain itu, pihak rumah sakit dimintai penjelasan mengenai dasar kebutuhan dan proses pengadaan sejumlah paket yang menjadi perhatian, termasuk rehabilitasi IGD, pengadaan UPS, rehabilitasi ruang bersalin, pengadaan BMHP, renovasi Gedung CT Scan, maintenance alat kesehatan dan sewa kendaraan dokter spesialis.

Pihak RSUD juga dimintai penjelasan apakah seluruh kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai kontrak, termasuk proses pemeriksaan barang maupun hasil pekerjaan sebelum dilakukan pembayaran.

Tidak kalah penting,awak media mengharapkan penjelasan apakah terdapat catatan atau temuan pemeriksaan internal maupun eksternal berkaitan dengan realisasi anggaran tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, Lampung1News masih menunggu tanggapan resmi dari pihak RSUD Alimuddin Umar.

Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada pihak RSUD Alimuddin Umar maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, koreksi data, ataupun penjelasan tambahan. Setiap tanggapan yang diterima akan menjadi bagian dari pemberitaan sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan, verifikasi dan akurasi dalam kerja jurnalistik.

(Red/L1News)


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak