Lampung1news.com | Pringsewu, - Kondisi Islamic Center di Pringsewu kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bangunan yang tampak megah dari sisi arsitektur itu justru berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan yang dinilai memprihatinkan akibat minimnya perawatan, Jumat (17/4/26).
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas dalam kondisi tidak terurus. Area taman dipenuhi rumput liar, akses jalan terlihat kotor dan dipenuhi daun kering, serta fasilitas umum seperti bangku taman mengalami kerusakan.
Yang paling mencolok adalah kondisi kolam di sekitar bangunan. Air tampak keruh, tergenang, dan dipenuhi kotoran. Instalasi yang seharusnya berfungsi justru terbengkalai, memperkuat kesan bahwa kawasan tersebut tidak mendapat perhatian serius.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan dan anggaran perawatan Islamic Center. Warga menilai, sebagai fasilitas publik yang dibangun dengan anggaran tidak sedikit, seharusnya ada alokasi rutin untuk pemeliharaan.
“Kalau memang ada anggaran perawatan, kenapa kondisinya bisa seperti ini? Ini bukan bangunan kecil, tapi ikon daerah,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Sorotan juga mengarah pada dugaan pembiaran oleh pihak terkait. Pasalnya, kerusakan dan ketidakteraturan di sejumlah titik tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan diduga sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan.
Sejumlah pengunjung menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya komitmen dalam menjaga aset daerah. Padahal, Islamic Center memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan keagamaan, edukasi, hingga destinasi wisata religi.
“Jangan hanya bangga saat membangun, tapi lupa merawat. Ini uang rakyat, harusnya dijaga,” tegas pengunjung lainnya.
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan pembenahan menyeluruh. Selain itu, transparansi terkait anggaran perawatan juga dinilai penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi serta pengelolaan Islamic Center tersebut. (*)
