Lampung1news.com | Pesawaran, 18 Mei 2026 – Sebuah kasus dugaan penjualan mesin bantuan pemerintah mengguncang Kelompok Tani Rukun Makmur 2 di Desa Pekondoh, RT 006/RW 006, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Ketua kelompok tani bernama Khoiruddin dilaporkan oleh anggotanya sendiri ke Polres Pesawaran pada Senin (18/5/2026).
Pelapor berinisial MI, yang merupakan anggota kelompok tani, menduga Khoiruddin telah menjual 1 unit bajak sawah milik kelompok. Mesin tersebut merupakan bantuan dari pemerintah yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama anggota kelompok, terutama pada masa olah tanam.
Saat dikonfirmasi awak media, Khoiruddin memberikan keterangan yang tidak konsisten. Pada Minggu (3/5/2026), ia menyebut bahwa mesin yang dijual seharga Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah) adalah miliknya pribadi, bukan milik kelompok.
Namun, ketika Tim Media Orasipubliknews mengkonfirmasi ke salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pertanian setempat, disebutkan bahwa pihak dinas sudah memberikan arahan kepada Khoiruddin untuk mengembalikan mesin kelompok tersebut. Khoiruddin justru beralih memberi penjelasan kepada dinas bahwa mesin itu ada dan sedang disewakan.
Sikap berbelit-belit ketua kelompok semakin membuat geram sejumlah anggota. MI selaku pelapor menegaskan bahwa baik menjual maupun menyewakan mesin bantuan kelompok tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan anggota.
"Jangankan menjual, menyewakan pun tidak bisa tanpa persetujuan kelompok. Apalagi ini masa olah tanam, anggota sangat membutuhkan mesin tersebut," ujar MI dengan nada kesal.
Hingga berita ini diterbitkan, Khoiruddin belum memberikan keterangan lebih lanjut yang jelas. Anggota kelompok meminta agar mesin bantuan segera dikembalikan dan Khoiruddin diproses hukum atas penguasaan tanpa hak terhadap aset bantuan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Pesawaran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan yang masuk. Namun, kasus ini menjadi perhatian publik mengingat bantuan alat pertanian dari pemerintah kerap menjadi sasaran penyalahgunaan di lapangan.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini.
