Perbaikan Irigasi Tambahrejo Dimulai, Warga Gotong Royong Bersama Perusahaan



Lampung1news | Pringsewu – Upaya normalisasi saluran irigasi di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, mulai dilaksanakan pada Jumat (1/5). Kegiatan ini melibatkan masyarakat, pemerintah pekon, pihak perusahaan, serta mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Laporan langsung dari lokasi disampaikan oleh Radarcybernusantara.id.

Puluhan warga bersama aparatur pekon bergotong royong membersihkan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air di saluran irigasi. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang terdampak.

Di sisi lain, pihak perusahaan turut berkontribusi dengan menurunkan alat berat dan tim teknis guna mempercepat proses normalisasi, terutama pada bagian saluran yang mengalami pendangkalan cukup parah.
Kehadiran aparat kepolisian bertujuan memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sebelumnya, kondisi saluran yang dipenuhi endapan lumpur sempat menjadi perhatian warga karena berpotensi mengganggu distribusi air ke area persawahan. Informasi tersebut pun sempat berkembang di tengah masyarakat sebelum akhirnya dilakukan penanganan bersama.
Kepala pekon setempat menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat dari semua pihak untuk memulihkan fungsi irigasi.

Kami bersama warga bergerak cepat agar saluran kembali berfungsi normal dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Perwakilan perusahaan juga menyatakan komitmennya dalam mendukung kegiatan ini, termasuk melakukan evaluasi teknis untuk perbaikan ke depan.

Kami turut membantu proses normalisasi sekaligus melakukan evaluasi agar pengelolaan ke depan lebih baik,” katanya.
Warga yang terlibat dalam gotong royong berharap aliran air segera kembali lancar sehingga tidak menghambat aktivitas pertanian.

Kami berharap saluran ini segera normal agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari,” ujar salah satu warga.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan berlangsung dengan koordinasi yang baik antar pihak.

Kami memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib,” ungkapnya.

Hingga saat ini, proses normalisasi masih terus berlangsung dengan fokus pada titik-titik yang mengalami dampak paling besar. Penanganan dilakukan secara kolaboratif antara masyarakat, pemerintah pekon, dan pihak perusahaan.

Kerja sama lintas pihak ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi irigasi sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengelolaan yang lebih baik di masa mendatang. (*)
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak