Solusi Nyata Ketum GCP : Gubernur Lampung Siap Lunasi Piutang Medis Bocah Korban ODGJ di Pringsewu.


Lampung1news | Pringsewu - Kabar melegakan datang di tengah perjuangan keluarga DA (11), bocah asal Pekon Way Ngison, Pringsewu, yang menjadi korban penganiayaan berat oleh ODGJ. Setelah diperbolehkan pulang dari RSUD Ahmad Yani Metro pasca masa kritis, beban hutang biaya perawatan sebesar belasan juta rupiah yang menghimpit keluarga korban kini menemukan titik terang.


Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, yang akrab disapa Bang Iwan, membawa kabar gembira setelah melakukan komunikasi intensif dengan pimpinan tertinggi di Provinsi Lampung. Berdasarkan koordinasi tersebut, Gubernur Lampung menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan seluruh sisa kekurangan biaya rumah sakit korban.

Sebelumnya, kepulangan DA menyisakan beban berat bagi sang ayah, Romli Aprendi. Berdasarkan rincian medis, total biaya perawatan mencapai Rp67.617.572,00. Meski donasi telah terkumpul sebesar Rp52.371.052,00, masih terdapat selisih kekurangan sebesar Rp15.246.520,00 yang harus dilunasi secara mandiri oleh keluarga paling lambat 9 April 2026.


Secara medis anak kita sudah stabil, tapi secara ekonomi keluarga ini sempat 'kritis' karena surat pernyataan kesanggupan bayar tersebut. Namun, alhamdulillah, setelah Saya berkomunikasi langsung dengan Bapak Gubernur Lampung, beliau memberikan respons yang sangat luar biasa dan menginformasikan bahwa kekurangan biaya tersebut akan segera diselesaikan oleh pihak Pemerintah Provinsi," terang Bang Iwan saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).


Bang Iwan menegaskan bahwa tuntasnya masalah administratif ini adalah hasil kolaborasi kemanusiaan. Ia tetap mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan BAZNAS Pringsewu serta Istri Bupati Pringsewu saat korban pertama kali dirawat.

Perjuangan ini adalah kerja bersama. Kami di GCP hanya memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan keselamatannya. Kami sangat berterima kasih atas atensi langsung Bapak Gubernur Lampung yang menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan rakyatnya," ungkap Bang Iwan.

Meskipun urusan biaya telah mendapat jaminan, Bang Iwan mengingatkan bahwa tugas pemerintah daerah belum usai. Ia mendesak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pringsewu untuk tetap melakukan pendampingan trauma healing bagi DA di rumah.

Luka fisik mungkin mengering, namun trauma psikologis akibat serangan tersebut memerlukan pemulihan jangka panjang. Selain itu, kami mendesak penanganan ODGJ berbahaya di wilayah perbatasan Pekon Way Ngison segera dituntaskan agar lingkungan kembali kondusif dan anak-anak bisa bermain dengan aman," tegasnya.

Kepulangan DA menjadi evaluasi besar bagi sistem pengawasan sosial di tingkat desa. Ketum GCP berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. "Kepulangan Dimas bukan akhir, tapi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan. GCP akan terus mengawal hingga masalah ini benar-benar tuntas, baik secara administratif maupun keamanan di lapangan," tutup Bang Iwan. (RBL)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak