Lampung1news.com | Pesawaran – Berita berjudul “Menu Tak Layak, Gizi Dipertanyakan, Ortu Minta Satgas MBG & Dinkes Pesawaran Sidak Dapur SPPG Wiyono” yang tayang Minggu (10/5/2026), langsung mendapat atensi serius dari wakil rakyat di Kabupaten Pesawaran.
Dua anggota DPRD Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmennya untuk turun langsung memastikan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) balita di SPPG Wiyono benar-benar sesuai standar gizi dan kelayakan konsumsi.
Anggota DPRD Pesawaran dari Komisi IV yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Lenida Putri merespons cepat keluhan masyarakat.
“Iya mas, kami lagi bahas di Komisi 4. InsyaAllah dalam minggu ini kita cek ya,” kata Lenida saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi para orang tua penerima manfaat MBG balita. Komisi IV dinilai menempatkan persoalan gizi anak sebagai prioritas pengawasan. Langkah turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat juga menunjukkan respons cepat DPRD terhadap aspirasi masyarakat.
Respons serupa disampaikan anggota DPRD Pesawaran lainnya, Dedi Wahyudi. Ia memastikan sidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Hari ini kami rapat, hari Rabu kami sidak,” ujarnya singkat melalui pesan tertulis.
Jadwal sidak yang telah ditetapkan pada Rabu (13/5/2026) dinilai publik sebagai bentuk keseriusan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan. Tidak bertele-tele dan langsung turun ke lapangan menjadi sikap yang diapresiasi masyarakat.
Menanggapi komitmen tersebut, sejumlah orang tua penerima MBG balita di Desa Wiyono menyampaikan apresiasi sekaligus menitipkan harapan besar kepada DPRD Pesawaran.
“Terima kasih Bu Lenida, Pak Dedi. Kami bangga DPRD Pesawaran cepat tanggap. Titip ya, jangan kasih kendor. Ini soal nyawa balita, soal masa depan anak Pesawaran. Tolong pastikan porsi, gizi, dan tekstur makanan benar-benar layak,” ujar salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap sidak tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas program MBG di SPPG Wiyono.
Ada tiga poin utama yang diminta masyarakat untuk diperiksa secara langsung saat sidak berlangsung, yakni:
1. Menimbang langsung porsi makanan di hadapan ahli gizi untuk memastikan apakah telah memenuhi standar 337 kkal sesuai Permenkes Nomor 28 Tahun 2019.
2. Memeriksa tekstur makanan, terutama terkait keluhan nasi keras dan ayam keras yang sebelumnya disampaikan warga.
3. Mengaudit kesesuaian anggaran dan realisasi menu, termasuk mempertanyakan nilai anggaran per porsi balita dibanding kualitas makanan yang diterima, seperti menu Sabtu yang disebut hanya berupa buah pir dan susu kotak kecil.
Langkah cepat yang diambil Lenida Putri dan Dedi Wahyudi dinilai sebagai contoh nyata fungsi pengawasan DPRD berjalan efektif.
Respons kurang dari 24 jam sejak pemberitaan mencuat menunjukkan bahwa DPRD Pesawaran hadir dan mendengar suara masyarakat, khususnya terkait kebutuhan dasar balita dalam program pencegahan stunting.
Publik kini menanti hasil sidak yang dijadwalkan berlangsung Rabu mendatang. Masyarakat berharap hasil pengawasan tidak berhenti pada temuan semata, melainkan melahirkan langkah konkret berupa evaluasi menu, perbaikan kualitas makanan mulai Kamis (14/5/2026), hingga pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran standar pelayanan.
Program MBG balita sendiri merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting. Karena itu, masyarakat berharap seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Pesawaran dan pihak penyelenggara program di tingkat daerah, turut bergerak cepat demi memastikan hak gizi anak-anak terpenuhi dengan baik.
(Red)
Tags
Pesawaran
