Harga Pasir di Lampung Menggila, Pembangunan Rumah Warga Terancam Lumpuh


L1NEWS | LAMPUNG - Masyarakat di kini mengeluhkan melonjaknya harga material pasir yang mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per truk. Kenaikan harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah membangun rumah maupun pelaku usaha konstruksi skala kecil.


Menurut salah satu pemilik lapak pasir, tingginya harga material saat ini dipengaruhi oleh terbatasnya operasional tambang serta kendala transportasi yang membuat pasokan pasir menjadi berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual pasir di lapangan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.


Tingginya harga pasir ternyata juga berdampak pada kenaikan material bangunan lainnya seperti bata dan genteng. Karena pasir menjadi salah satu bahan utama dalam kebutuhan konstruksi, kenaikan harga tersebut memicu lonjakan biaya pada material lain sehingga harga kebutuhan bangunan secara keseluruhan ikut meningkat.


Repot mas, karena material pasir ganti harga akhirnya material yang lain juga ikut naik juga, kaya bata, genteng naik semua,” ujar salah satu masyarakat.


Akibat kondisi tersebut, banyak warga terpaksa menunda pembangunan rumah karena biaya yang terus membengkak. Para tukang bangunan dan pekerja proyek juga mulai merasakan dampaknya karena aktivitas pembangunan mengalami penurunan seiring mahalnya harga material.


Dari sisi ilmiah sektor sumber daya bumi, sejumlah pengamat menilai kondisi ini dapat dipengaruhi oleh terbatasnya izin operasional tambang pasir, berkurangnya titik penambangan aktif, hingga distribusi material yang tidak berjalan optimal. Jika pasokan pasir dari tambang mengalami hambatan sementara permintaan pembangunan tetap tinggi, maka harga di pasaran akan terus melonjak.


Para pemerhati sektor pertambangan dan sumber daya bumi mendorong pemerintah untuk melakukan penataan tambang pasir secara terukur dan berkelanjutan. Selain menjaga kelestarian lingkungan, langkah tersebut dinilai penting agar distribusi pasir kembali stabil, operasional tambang berjalan sesuai aturan, dan kebutuhan material masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih normal.


Masyarakat di Lampung sangat berharap pemerintah dan pihak terkait mampu menjawab persoalan ini serta segera mencarikan solusi agar harga material bangunan, khususnya pasir, dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat kecil. (Red)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak