Lampung1news.com | Pesawaran, Lampung — Proyek peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer di Kecamatan Way Khilau dengan nilai anggaran sebesar Rp11,9 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang sempat viral di media sosial karena dugaan pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan kini kembali digelar ulang.pada Kamis 31 Desember 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Auliya Pratama. Penggelaran ulang pekerjaan dilakukan setelah munculnya berbagai tanggapan masyarakat dan pemerhati pembangunan terkait kualitas pekerjaan di lapangan, khususnya pada bagian lapisan dasar jalan.
Menanggapi hal tersebut, Mahmuddin, Aktivis Independen Pemantau Kinerja Aparatur Negara Provinsi Lampung sekaligus perwakilan LSM Penjara Indonesia, menyatakan pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami akan mengawasi pekerjaan ini secara serius. Dari temuan awal di lapangan,Hasil kroscek ketua tim investigasi di lapanga terdapat indikasi bahwa lapisan dasar pekerjaan sebelumnya tidak dikerjakan sesuai dengan ketentuan teknis yang seharusnya,” ujar Mahmuddin kepada wartawan.
Ia menegaskan, pengawasan dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial agar penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
“Anggaran ini bersumber dari dana publik, sehingga harus dikerjakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai standar. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan ragu menyampaikan kepada pihak berwenang,” tambahnya.
Perlu diketahui proyek ini mengalami banyak cacat baik dari tata cara pengerjaan yang kami nilai ini sangat jelas dugaan Aroma Korupsi ,Rigid beton yang patah , Hotmix yang Tipis dan proyek ini sudah melewati batas waktu kerja jadi ini sudah sangat Amburadul sekali,
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut. (Tim)

Posting Komentar